Bolehkah Memejamkan Mata Ketika Shalat?

Dalam kitab Ar Raudhul Murbi’, Al Buhuti rahimahullah berkata,

ويكره أيضا تغميض عينيه لأنه فعل اليهود

“Makruh memejamkan mata ketika shalat, karena ini termasuk perbuatan orang Yahudi.”

Dalam madzhab Hanbali memejamkan mata ketika shalat hukumnya adalah makruh, hal ini sebagaimana pula yang telah disampaikan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitabnya Iqtidha Sirath Al Mustaqim, beliau mencantumkan sebuab riwayat bahwa imam Ahmad membenci perbuatan memejamkan mata ketika shalat. karena hal tersebut menyerupai kaum Yahudi.

Selain menyerupai ibadah kaum Yahudi, memejamkan mata ketika shalat juga bukan kaifiyat shalat yang Nabi shalallahu’alaihi wasallam ajarkan. Terdapat hadis-hadis yang menjelaskan bagaimana shalat Nabi shalallahu’alaihi wasallam, dan disana diterangkan bahwa Nabi mengarahkan pandangan matanya ke tempat sujud, bukan memejamkan mata. Kecuali ketika tasyahud maka mata mengarah ke jari telunjuk, dan juga ketika rukuk maka kepala harus sejajar dengan punggung.

كان صلى الله عليه وسلم يبسط كفه اليسرى على ركبته اليسرى ويقبض أصابع كفه اليمنى كلها ويشير بإصبعه التي تلي الإبهام إلى القبلة ويرمي ببصره إليها

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kiri, beliau genggam jari-jari tangan kanan, dan beliau berisyarat dengan telunjuknya ke arah kiblat, dan beliau arahkan pandangannya ke telunjuknya.” (HR. Muslim)

Syeikh Abdul Azibin Baz rahihamullah berkata, “Shalat dengan memejamkan mata itu makruh hukumnya, namun tidak mempengaruhi ke absahan shalatnya ( bila seseorang shalat dengan memejamkan mata shalatnya tetap sah).”

Tentunya dengan tetap menghormati pendapat ulama yang membolehkan memejamkan mata demi mencapai khusyuk. Namun pastinya sunah yang Nabi ajarkan lebih pantas untuk kita ikuti, sembari melatih diri agar khusyuk ketika melaksanakan ibadah shalat.

Dan bila anda termasuk orang yang sering memejamkan mata dalam shalat, maka segeralah berlatih untuk meninggalkan hal yang makruh tersebut.

Semoga Allah Ta’ala mudahkan kita semua untuk dapat shalat sesuai dengan yang Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ajarkan.

Referensi
Ar Raudhu Al Murbi’, Manshur Al Buhuti
Iqtidha As Sirath Al Mustaqim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Leave a Reply