Buah Beracun Santapan Para Penghafal Al-Quran

Para penghafal Al-Quran merupakan manusia istimewa, mereka mempunyai kelebihan yang tak dimiliki oleh orang lain. Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memiliki keluarga diantara manusia” , para sahabat lantas bertanya: “Siapakah mereka wahai Rasululloh?” Beliau menjawab: “Mereka adalah Ahlul Quran, merekalah Ahlulloh dan orang-orang istimewa dihadapanNya”

(HR Ibnu Majah)

Namun tahukah anda bahwa terdapat buah yang menjadi hidangan favorit sebagian penghafal Al-Quran. Padahal sudah jelas bahwa buah tersebut mengandung racun yang berbahaya. Akan tetapi masih banyak yang tak acuh dan terus menikmatinya.

Buah yang dimaksud adalah amalan “ghibah” yang masih banyak disantap oleh para ahli quran. Tak bisa dipungkiri memang, sebab ghibah alias menggunjing memiliki sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Terlebih lagi jika objek yang menjadi santapan adalah sesama ahli quran. Sebab syaitan dengan kepiawaiannya tak pernah bosan menanamkan benih hasad dalam hati seseorang hingga akhirnya berbuah ghibah.

Tak heran jika Imam Asy-Syatibhi rohimahulloh mewanti-wanti dengan tegas para penghafal Al-Quran agar tak terjatuh pada tipu daya setan tersebut. Dalam mandhumah beliau yang dikenal dengan nama As-Syatibiyah, beliau pernah menuturkan:

وَعِشْ سَالِماً صَدْراً وَعَنْ غِيبَةٍ فَغِبْ

Hiduplah dengan hati yang lapang serta jauhilah menggunjing orang lain

Saat membahas bait diatas, Imam Abu Syamah Al-Maqdisi rohimahulloh menjelaskan bahwa rahasia dibalik penyebutan sifat ghibah ini adalah karena ghibah merupakan perbuatan buruk yang cukup sering menjangkit para penuntut ilmu, tak terkecuali para ahli Al-Quran. Sampai-sampai muncul sebuah ungkapan:

الغيبة فاكهة القراء

Ghibah adalah buah (yang biasa dinikmati) oleh para ahli Al-Quran

Salah seorang ulama yang bernama Bisyr bin Al-Harits rohimahulloh pernah menuturkan:

هلك القراء في هاتين الخصلتين: الغيبة والعجب

Para ahli Al-Quran sering jatuh pada dua kehancuran: Ghibah dan Ujub (bangga terhadap diri sendiri)

Semoga Allah subhanahu wata’ala membersihkan diri kita dari berbagai penyakit hati. Amiin.

Referensi:

Ibroz Al-Ma’ani, Abu Syamah

Leave a Reply