Dua Ulama Qiroat yang Wafat di Hari Raya Idul Adha

Hari raya merupakan momen membahagiakan bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Namun terkadang ditengah kebahagian tersebut muncul sejumput kesedihan yang ikut mewarnai.

Seperti yang terjadi pada tahun ini, dimana kaum muslimin merasakan kesedihan atas wafatnya salah seorang ulama Hadits masjid Nabawi, Syaikh Muhammad Dhiyaurrahman Al-A’dhomi rohimahulloh. Beliau wafat pada tanggal 9 Dzulhijjah 1441 H atau yang kita kenal dengan hari arafah.

Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama, hingga apabila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan”.

(HR Bukhori)

Sejarah mencatat setidaknya ada 2 ulama qiroat yang Allah ta’ala wafatkan pada hari raya Idul Adha. Berikut ini cuplikan singkat kehidupan mereka:

Pertama: Idris Al-Haddad

Beliau adalah salah satu dari Rowi Qiroah Asyroh, lebih tepatnya Qiroah Kholaf Al-‘Asyir. Fakta ini menunjukkan bahwasanya keilmuan beliau dalam bidang qiroat sudah diakui oleh para ulama.

Ulama yang memiliki nama lengkap Abul Hasan Idris bin Abdul Karim Al-Haddad ini menjadi tujuan para penuntut ilmu di zamannya. Sebab beliau memang memiliki keunggulan dengan sanad yang tinggi serta kepiawaian dalam ilmu qiroat.

Selain itu, beliau juga masuk jajaran ulama “Tsiqoh” dalam ilmu hadits, sebagaimana diungkapkan oleh Imam Daruquthni dan Ahmad Al-Munadi rohimahumalloh.

Beliau wafat pada hari raya Idul Adha tahun 292 H.

Kedua: Ibnul Anbari

Beliau bernama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Al-Qosim bin Muhammad bin Basyar Al-Anbari Al-Baghdadi rohimahulloh. Kemampuannya dalam menghafal patut diacungi jempol. Hal ini terlihat dari perkataan Abu ‘Ali Al-Qoli rohimahulloh:

“Ibnul Anbari menghafal tiga ratus ribu bait syair seputar Al-Quran, beliau merupakan seorang ulama yang Tsiqoh. Selain itu beliau juga merupakan ulama senior yang paling kuat hafalannya.”

At-Tamimi rohimahulloh juga pernah mengungkapkan bahwa Ibnul Anbari menghafal 120 tafsir Al-Quran lengkap dengan silsilah sanadnya.

Salah satu karya Ibnul Anbari yang paling fenomenal adalah kitab yang bernama Idhoh Al-Waqfi wa Al-Ibtida. Kitab ini sering menjadi rujukan dalam bidang ilmu waqof & Ibtida’.

Beliau wafat pada hari Idul Adha tahun 328 H.

Semoga Allah subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita sifat istiqomah dalam menuntut ilmu. Amiin.

Referensi:
Ghoyah An-Nihayah, Ibnul Jazari

Leave a Reply