Dukun itu Ada, Dukun Gadungan Juga Ada

Dunia dukun dan sihir telah dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu hingga zaman modern seperti sekarang ini. Sihir yang dikenal pada zaman dahulu tidak jauh berbeda dengan yang ada pada zaman sekarang, hanya saja sihir yang ada pada zaman sekarang memiliki “kemasan” yang lebih variatif. Ada sihir pelet, santet, jampi-jampi agar turun hujan, jampi-jampi kebal badan dan lain semisalnya

Di zaman ini dukun bener-benar dukut itu ada dan dukun gadungan juga ada, menipu manusia dengan berkedok ini dan itu guna memperkaya diri dengan tarif-tarif yang mereka pasang.

Dalam Islam dukun termasuk bagian dari thaghut, mereka bekerja sama dengan para pemimpin dari kalangan syaithan yang mewahyukan kepada para dukun, sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ

“Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya”.(QS. Al An’am: 121)

Mereka turun kepada para dukun tersebut dan menyampaikan kalimat-kalimat yang didengar (dari langit) dengan menambah kedustaan bersamanya seratus kedustaan, sebagaimana firman Allah ta’ala :

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ * تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ *يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ

“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta”.(QS. Asy Syuara’: 221-223)

Alhamdulillah sedikit-demi sedikit trik dukun yang berupaya menipu manusia demi meraup pundi-pundi rupiah dengan banyak, kini mulai terbongkar di masyarakat. Namun bukan itu yangingin kami ingatkan kepada para pembaca, yang tetap ingin kami tetankan adalah sihir itu benar adanya, tukang sihir juga benar adanya. Rasulullah pernah tersihir, nabi Musa menghadapi penyihir Firaun, dalam surat Al Falaq kita diajari untuk berlindung dari kejahatan tukang sihir.

Nabi Pernah Disihir

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berakta, “Seseorang dari Bani Zuraiq, yang bernama Labid bin Al-A’sham, menyihir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga beliau merasa melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Sampai pada suatu hari atau pada suatu malam ketika beliau berada di sisiku, beliau terus berdo’a dan berdo’a. Kemudian beliau bersabda,

“Wahai ‘Aisyah, apakah kamu tahu bahwa Allah telah memperkenankan do’aku tentang apa yang aku tanyakan kepada-Nya? Ada dua orang yang mendatangiku, satu diantaranya duduk di dekat kepalaku dan yang satunya lagi berada di dekat kakiku.

Lalu salah seorang diantara keduanya berkata kepada temannya,”Sakit apa orang ini?”

“Terkena sihir,” sahut temannya.

“Siapa yang telah menyihirnya?” tanya temannya lagi.

Temannya menjawab, “Labid bin al-A’sham.”

“Dengan apa?”

Dia menjawab, “Dengan sisir dan rontokan rambut ketika disisir, dan mayang kurma jantan.”

“Lalu dimana semuanya itu berada?” tanya temannya.

Dia menjawab, “Disumur Dzarwan”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi sumur itu bersama beberapa orang sahabat beliau. Setelah kembali, beliau berkata, “Wahai ‘Aisyah, seakan-akan airnya berwarna merah seperti perasan daun pacar, dan ujung dahan pohon kurma (yang berada di dekatnya) seakan-akan seperti kepala syaitan”. Lalu ‘Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau meminta dikeluarkan?” Beliau menjawab, “Allah telah menyembuhkanku, sehingga aku tidak ingin memberi pengaruh buruk kepada umat manusia dalam hal itu”. Kemudian beliau memerintahkan untuk menimbunnya, maka semuanya pun ditimbun dengan segera.” (HR. Muslim no. 2189).

Berdasarkan adanya riwayat shahih bahwa Nabi pernah disihir, maka tukang sihir asli itu benar adanya dan ini kita yakini, dan tukang sihir bohongan (penipu) itu juga ada bahkan banyak. Mengaku bisa sihir tapi aslinya cuma trik tipuan saja, selain itu ada pula yang jadikan Islam sebagai tamen. Yang paling kasian disini adalah, yang menjadi korbannya, dia dibohongin tukang sihir bohongan.

Kawan.. Sesuatu yang terbukti, tak boleh diingkari. Namun yang palsu-palsu, tentunya mesti dijelaskan.


Referensi: A’lam As Sunnah Al Mansyurah li’tiqad At Thaifah An Najihah Al Manshurah, karya Syaikh Hafidz bin Ahmad Al Hakami

2 thoughts on “Dukun itu Ada, Dukun Gadungan Juga Ada

Leave a Reply