Hukum Berkumur dan Istinsyaq dalam Wudhu

Para ulama bersepakat bahwa membasuh wajah saat wudhu hukumnya adalah wajib, hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala,

إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ

“Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu” (QS. Al-Maidah: 6)

Akan tetapi para ulama berselisih pendapat akan hukum berkumur dan Istinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam wudhu. Perbedaan pendapat ini disebabkan apakah berkumur dan istinsyaq ini adalah tuntunan tambahan yang bersifat wajib seperti membasuh muka ataukah tidak.

Dalam permasalahan ini setidaknya dalam hal ini ada 3 pendapat:

Pendapat Pertama

Berkumur dan istinsyaq dalam wudhu hukumnya adalah sunnah, ini adalah pendapat Hanafiyyah, Malikiyyah dan Syafi’iyyah.

Mereka berpendapat bahwa maksud dari Al-Maidah ayat 6 adalah untuk menerangkan hal-hal wajib atau kadar minimal sah dalam berwudhu, sehingga adanya hadis tentang tuntunan berkumur dan istinsyaq statusnya adalah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan saat berwudhu.

Selain itu juga terdapat hadis shahih yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda kepada para sahabatnya “Berwudhulah kalian sebagaimana yang Allah perintahkan dan basuhlah wajah kalian…” dan dalam hadis ini Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengajarkan bagaimana cara berkumur dan istinsyaq dalam wudhu, seandainya kedua hal ini wajib niscaya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan langsung mengajarkannya di setiap ajaran wudhu kepada para sahabat.

Pendapat Kedua

Berkumur dan istinsyaq dalam wudhu hukumnya adalah wajib, ini adalah pendapat Hanabilah dan Ibn Abu Laila

Mereka berpendapat dengan dhahir ayat فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ “Basuhlah muka kalian” yang mana ayat ini mengandung hukum wajib membasuh muka ketika berwudhu, dan yang namanya membasuh muka itu mencakup yang nampak (dhahir) dan yang tidak nampak (Bathin). Maka berkumur dan istinsyaq ini termasuk bagian bathin dari wajah, oleh karenanya keduanya hukumnya adalah wajib.

Selain itu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakan kedua hal tersebut ketika berwudhu dan tidak pernah meninggalkannya.

Pendapat Ketiga

Berkumur dalam wudhu hukumnya adalah sunnah, sedangkan istinsyaq hukumnya adalah wajib, ini adalah pendapat Dzahiriyyah dan Abu Tsaur.

Hal ini disebabkan karena ada hadis qouli perintah untuk istinsyaq ketika berwudhu, dan hadis qouli perintah mengandung hukum wajib. Adapun berkumur ketika wudhu adanya dalil hadis fi’li perbuatan Nabi yang mana ini menunjukkan bahwa hukumnya adalah sunnah atau anjuran.

Pendapat yang Rajih dan Kuat adalah pendapat yang pertama bahwa hukum berkumur dan istinsyaq dalam wudhu adalah sunnah. Pendapat sunnah ini menjadikan hukumnya sah wudhu seseorang walau meninggalkan berkumur dan istinsyaq.

Referensi: Al-Jadawil Al-Fiqhiyyah hlm. 22

Leave a Reply