Kekeliruan dalam Memahami Hadis yang Kerap Dikaitkan dengan Sedekah Subuh

Rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam telah bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصبِحُ العِبادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.” (Muttafaq ‘alaih)

Di sebagian masyarakat, di sebuah lembaga, organisasi atau yayasan ada yang kerap membuat program sedekah harian, semisal sedekah Rp. 1000/hari atau juga sedekah setiap subuh sekian ribu rupiah dan model sedekah harian lainya, kemudian mereka menggunakan hadis diatas sebagai penguat bahwa setiap hari seorang muslim itu haruslah bersedekah. Mereka lakukan hal tersebut atas dasar pemahaman mereka atas hadis di atas.

Banyak orang yang bertanya terkait hal ini, mereka bertanya:

Saya memiliki tabungan atau kotak sedekah di rumah yang mana setiap hari saya isi dengan beberapa rupiah, apakah setiap mengisi kotak tersebut saya sudah termasuk orang yang bersedekah? Pahadal kotak sedekah masihlah di dalam rumah.

Ada pula yang bertanya, bagaimana bila saya menyisihkan harta yang ingin saya sedekahkan selama satu bulan dalam satu kali waktu sebagai pengganti sedekah harian, apakah hal tersebut akan teranggap sebagai sedekah setiap hari?

Namun tahukah anda, apa pertanyaan yang paling pokok dalam hal ini? Yaitu bagaimana masyarakat memahami hadis diatas dengan pemahaman yang benar, bukan pertanyaa-pertanyaan bagaimana cara sedekah harian yang benar sesuai syariat.

Do’a malaikat di pagi hari,” Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.”

Apa maksudnya? Apa yang kita pahami dari do’a malaikat diatas? Apakah maksudnya setiap hari kita harus menyisihkan harta kita untuk disedekahkan? Dan bila dalam sehari kita tidak bersedekah akan di do’akan malaikat untuk mendapat kehancuran?

Bukan hal-hal ini yang dimaksudkan dalam hadis diatas, namun “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak” yaitu bagi orang yang memiliki sifat gemar berinfak, yaitu istiqomah menunaikan zakat tepat waktu, senantiasa menunaikah nafkah wajibnya, suka bersedekah, walau pun hal-hal tersebut tidak dilakukan setiap hari asalkan seseorang tersebut sampai pada kedudukan gemar melakukannya, maka dialah orang yang akan di do’akan oleh malaikat untuk mendapatkan balasan kebaikan atas infaknya.

Sedangkan maksud dari orang yang kikir dalam hadis adalah orang yang enngan bayar zakat, enggan memberikan atau mengeluarkan nafkah yang bersifat wajib, semisal karena ia amatlah kikir sehinnga membuat dirinya tidak mau memberi nafkah kepada anak dan istrinya dengan nafkah yang semestinya, orang seperti inilah yang akan di do’akan oleh malaikat dengan kehancuran.

Demikianlah maksudnya benar dari hadis diatas, bukan malah dipahamai harus sedekah setiap hari, bila tidak maka akan dido’akan dengan kehancuran oleh malaikat.

Seandainya ada orang yang gemar sedekah tiap hari namun ia tidak pernah menunaikan zakatnya, ia tidak pernah mmeberi nafkah kepada keluarga dan anak-anaknya, kira-kira orang seperti ini akan mendapatkan do’a dari malaikat dengan do’a yang mana? Do’a diberikan ganti kebaikan atau do’a mendapatkan kehancuran?. Maka sungguh orang seperti inilah yang akan mendapatkan do’a buruk dari malaikat.

Semoga Allah Ta’ala lapangkan rezeki kita serta mudahkan langkah kita untuk menjadi hamba-hambanya yang gemar berderma di jalan-Nya dan istiqomah dalam beripada kepada-Nya. Amiin.

Referensi: https://khaledalsabt.com/specials/17/

Leave a Reply