Kenali Medan Dakwahmu

Diantara kiat utama bagi seorang dai dalam berdakwah adalah mengenal betul medan dakwah atau siapa yang akan didakwahi. Mengapa kita perlu mengenal medan dakwah?

Karena mengenal masyarakat sebelum mendakwahi mereka merupakan bekal yang amat urgen bagi seorang dai, agar dia bisa memilih metode, kata-kata, sikap dan lain sebagainya yang sesuai dengan masyarakat tersebut.

Terlebih fakta di lapangan membuktikan bahwa masyarakat itu amat beragam dalam keyakinan, adat istiadat, tabiat, tingkat pemahaman serta kesiapan mereka untuk menerima hal-hal yang mereka anggap ‘baru’. Maka seorang dai yang ingin sukses dalam dakwahnya, ia dituntut untuk mempelajari hal-hal di atas, sehingga bisa memilih metode, kata-kata dan sikap dan lainnya yang pas dengan masyarakt tersebut.

Bika kita menengok kebelakang dan membaca kembali sejarah kenabian, maka akan kita jumpai bahwa Nabi shalallahu’alaihi wasallam telah memprakatekkan hal ini, yaitu beliau berusaha mengenali seseorang atau suatu kaum sebelum mendakwahi mereka.

Berikut beberapa contoh praktek Nabi shalallahu’alaihi wasallam dalam hal ini:

Dakwah di Kota Thaif.

Ketika Nabi shalallahu’alaihi wasallam berdakwah di kota Thaif, penduduknya mengusir dan berusaha untuk menyakiti beliau. Dan beliaupun berusaha menyelamatkan diri hingga sampai di kebun milik dua orang bersaudara yaitu Utbah bi Rabiah dan Syaibah bin Rabiah. Sesampinya di kebun tersebut akhirnya beliau beristirahat, beliau bertemu dengan pembantu pemilik kebun tersebut yang bernama ‘Addas.

Apakah gerangan percakapan yang terjadi antara Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dengan ‘Addas? Pertama kali yang ditanyakan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam adalah,

مِن أي بلد أنت يَا عداس؟ وما دينك؟

“Dari negeri manakah asalmu wahai ‘Addas? apa agamamu?”. (Sirah ibnu Hisyam hlm.421)

Lihat bagaimana Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam membuka pembicaraannya dengan fase mengenali orang yang akan didakwahi, sebelum menawarkan ajaran Islam kepadanya.

Dakwah kepada Kabilah-Kabilah Arab.

Tatkala Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam menawarkan agama Islam terhadap kabilah-kabilah Arab, beliau membawa ahli nasab dari suku Quraisy yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu. Apa gerangan tugas Abu Bakar ? Tugas beliau adalah mengenalkan kepada Rasulullah siapa yang sedang berada di hadapannya, sehingga beliau bisa memilih
cara yang sesuai dengan mereka yang akan beliau dakwahi.

Pesan Nabi kepada Muadz bin Jabal.

Tatkala Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal untuk berdakwah ke Yaman, di antara pesan pertama yang beliau sampaikan kepada Mu’adz adalah sabdanya,

إنَّكَ تَأْتِي قوما مِن أَهْلِ الكتاب

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum
dari kalangan Ahlul Kitab”. (HR. Bukhari no 1458)

Para ulama menyebutkan bahwa di antara hikmah pesan Nabi shalallahu’alaihi wasallam kepada Mu’adz ini adalah agar dia mengenal karakter orang yang akan didakwahinya’, sehingga dia siap untuk berdebat dengan mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berilmu.

Beberapa contoh diatas, yang telah terukir dalam sejarah kenabian adalah bukti nyata akan pentingnya mengenali medan dakwah terlebih dahulu sebelum mulai mendakwahkan syariat Islam.

Wallahu ta’ala a’am

Referensi:
– Al Qoul Al Mufid ala Kitab At Tauhid, Syaikh Ibnu Utsaimin
– 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Bersakwah, ustadz Abdullah Zaen, Lc

Leave a Reply