Kiat Sukses Menuntut Ilmu Bag.1: Bersihkan Hati

Menuntu ilmu adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana yang telah baginda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam sabdakan,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani)

Namun jalan ilmu ini tidaklah mudah seringkali penuntut ilmu menjumpai berbagai halangan dan rintangan di setiap langkahnya dalam menapaki jalan ilmu.

Kami tuliskan kiat sukses menuntut ilmu ini bukan karena kami telah sukses dalam menuntut ilmu, namun sejatinya ini adalah nasehat dan cambuk hati bagi diri kami pribadi secara khusus dan untuk siapa saja yang bergelar penuntut ilmu agar semangat dan sukses dalam menimba ilmu.

Tulisan pada tema kiat sukses menuntut ilmu ini kami sarikan dari kitab “Khulashah Ta’dzimul Ilmi” karya syeikh Shaleh Al ‘Ushoimi hafidzahullah disertai dengan beberapa tambahan referensi yang semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Kiat yang pertama adalah: Bersihkan Hati

Bejana (wadah) ilmu adalah hati. Ilmu akan masuk ke dalamnya sesuai kadar kebersihannya. Semakin bersih hati itu, ia akan semakin siap menerima ilmu.

Maka barang siapa yang ingin menghimpun ilmu, hendaknya ia memperindah batinnya dan mensucikan hatinya dari segala noda. Karena ilmu adalah permata yang lembut, hanya layak berada di tempat yang bersih.

Dan kebersihan hati itu bermuara kepada dua perkara:

  1. Bersihnya hati dari noda syubhat.
  2. Bersihnya hati dari noda syahwat.

Jika engkau merasa malu tatkala seorang makhluk sepertimu melihat noda di bajumu, maka malulah kepada Allah tatkala ia melihat kepada hatimu dalam keadaan penuh noda, keburukan, dosa dan kesalahan.

Dalam Shahih Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (Hadis no 2564)

مَنْ طَهَّرَ قَلْبَه فِيْهِ العِلْم حَلَّ، وَمَنْ لَمْ يَرْفَعْ مِنْهُ نَجَاسَته وَدَعَه العِلْمَ وَ ارْتَحَل

Siapa saja yang membersihkan hatinya, maka ilmu akan bertahta padanya, namun siapa saja yang tidak memberisihkan noda dari hatinya, ilmu akan pergi dan meninggalkannya.

Sahl bin Abdillah rahimahullah berkata,

حَرَامُ عَلَى قَلْبٍ أَنْ يَدْخُله النُّوْر وَ فِيْهِ شَيْءٌ ممَّا يَكره اللّٰه

Hati kan terhalang dari cahaya, jika padanya bersarang apa-apa yang Allah tidak sukai.

Faedah:

  1. Bejana ilmu adalah hati
  2. Noda atau kotoran hati adalah syubhat dan syahwat
  3. Hatinya yang kotor tidak layak untuk disinggahi ilmu
  4. Jika sudah lama belajar namun seakan tidak meraih apa-apa, mungkin karena hati masihlah kotor, maka bersihkanlah.
  5. Membersihkan noda syubhat dengan ilmu dan membersihkaan noda syahwat dengan kesabaran.

Referensi:
Khulashah Ta’dzimul Ilmi

Leave a Reply