Kiat Sukses Menuntut Ilmu Bag.17 : Membela Ilmu dan Menjaga Majelis Ilmu

Sesungguhnya ilmu memiliki kehormatan yang besar yang mewajibkan kita untuk membelanya terlebih apabila martabat ilmu direndahkan dengan tindakan yang tidak layak.

Dan telah nampak jelas pembelaan ini dikalangan ahli ilmu, diantara bentuk nyatanya adalah dengan membantah orang-oranng yang menyimpang dari kebenaran. tentunya setelah jelas bahwa yang ia lakukan adalah penyimpangan secara syariat, maka ia perlu dibantah siapapun ia dan bagaimanapun kedudukannya. Sebagai bentuk menjaga keagungan agama serta nasehat bagi kaum muslimin.

Diantara bentuk lainnya adalah menghajr atau membaikot ahli bidah, sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Ya’la Al Farra’ rahimahullah bahwa hal ini adalah ijma dikalangan para ulama. Maka tidak boleh mengambil ilmu dari  ahli bidah, namun bila terpaksa maka dibolehkan. Sebagaimana para hali hadits terkadang mengammbil ilmu dari mereka (karena terpaksa).

Dan menegur serta mendisiplinkan murid yang kurang  beradab, bahkan apabila sang guru butuh untuk mengeluarkan sang murid dari majlisnya sebagai teguran baginya maka itu dibolehkan, sebagaiman yang dilakukan oleh Syu’bah rahimahullah terhadap Affan bin Muslim dalam majlisnya. (sebagai bentuk menjaga ilmu dan majlis ilmu)

Dan terkadang menegur murid dengan tidak menghadapkan wajah kepadanya selama pelajaran, dan tida menjawab pertanyan-pertanyaanya karena diam adalah jawab baginya. Sebagaimana yang demikian itu telah dikatakan oleh Al A’masy rahimahullah.

Kami pernah melihat hal seperti ini banyak dilakukan oleh guru-guru kami, diantaranya adalah syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ketika ditanya tentang hal yang tidak bermanfaat maka beliau enggan menjawabnya dnn menyuruh qori untuk melanjutkan bacaannya, atau terkadang menjawab namun berbeda dengan maksud si penanya.

Referensi : Khulashah Ta’dzimul Ilmi, Syaikh Shaleh Al ‘Ushoimi

Leave a Reply