Kiat Sukses Menuntut Ilmu Bag.3: Membulatkan Tekad

Seorang penuntut ilmu dalam perjalananya mencari ilmu hendaknya ia membulatkan tekad dan semangatnya, dan hal tersebut hanya dapat diraih dengan merealisasikan tiga perkara:

Pertama, Selalu bersemangat kepada apa yang bermanfaat. Tatkala seorang hamba diberi taufiq kepada apa yang bermanfaat untuknya, maka ia akan bersemangat untuk mendapatkannya.

Kedua, Selalu memohon bantuan dan pertolongan kepada Allah ta’ala dalam mendapatkannya.

Ketiga, Tidak lemah atau malas untuk sampai pada tujuannya.

Tiga perkata ini telah dikumpulkan dalam hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللّهِ وَلَا تَعْجز

“Bersemangatlah kamu kepada apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah bantuan kepada Allah dan janganlah lemah.” (HR. Muslim no 4945)

Al Junaid rahimahullah berkata,

مَا طَلَبَ أَحَدٌ شَيْئًا بِجِدٍّ وَ صِدْقٍ إلا نَالَه، فَإِنْ لَمْ يَنَلْه كلَّه نَالَ بَعْضه

“Tidaklah seseorang mengejar sesuatu dengan kesungguhan dan kejujuran, melainkan ia mendapatkannya. Jika ia tidak mendapatkan seluruhnya, setidaknya ia mendapatkan sebagian.”

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al Fawaid” berkata,

إِذَا طَلَعَ نَجْم الهِمَّة فِيْ ظلَام لَيْل البَطَالة، وَ رَدِفه قَمَر العَزِيْمَة، أشر قت الأرض بنُور ربِّهَا

“Kala bintang semangat telah terbit dalam gelapnya malam kemalasan, disempurnakan dengan purnama tekad, bumi akan terang dengan cahaya Rabbnya.”

Diantara cara untuk meninggikan semangat dan tekad adalah dengan mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu dan mengenal semangat kaum-kaum yang telah lalu.

Imam Ahmad, kala beliau masih anak-anak, ingin keluar rumah untuk pergi menghadiri majlis-majlis para guru padahal fajar belum juga terbit. Namun sang ibunda merasa kasihan kepadanya, seraya memegang pakaiannya ia pun berkata, “Tunggulah sampai dikumandangkan azan atau datang waktu pagi.”

Dahulu Abu Muhammad Ibnu At Tabban, saat masih sangat belia, sepanjang malam ia belajar. Sang ibu merasa kasian dan melarangnya untuk membaca pada malam hari. Karena itu, ia mengambil lentera dan menyembunyikannya di bawah wadah besar, kemudian ia pura-pura tidur. Ketika ibunya telah tertidur, ia segera mengambil lentera itu dan menyalakannya lalu belajar dengan tekun.

Maka, jadilah seorang laki-laki yang kakinya teguh menginjak tanah, namun semangatnya jauh menembus bintang-bintang. Jangan jadi manusia yang muda badannya namun tua semangatnya. Sungguh, tekad yang jujur tidak akan pernah menua.

Faedah:

  1. Pentingnya menjaga semangat dalam menuntut ilmu.
  2. Semangat menuntut ilmu tidaklah mengenal usia, bahkan terkadang semangat orang tua dalam menuntut ilmu lebih besar dibandingkan para pemuda.
  3. Jangan menyandarkan segala hal atas usaha diri sendiri, namun mintalah pertolongan kepada Allah ta’ala.
  4. Pentingnya menjaga semangat dalam menuntut ilmu.
  5. Semangat belajar itu sejatinya berbanding lururs dengan kejujuran dan keikhlasan seseorang dalam menuntut ilmu.
  6. Jika rasa malas belajar menghampiri, bacalah kembali kisah-kisah para ulama dalam menuntut ilmu serta keutamaan-keutamaan para penuntut ilmu.

Referensi
Khulasha Tadzimul Ilmi

Leave a Reply