Mari Mengenal Ilmu Sanad Al-Quran

Al-Quran merupakan firman Allah subhanahu wata’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam melalui perantara malaikat Jibril ‘alaihissalam. Beliau telah mewanti-wanti para sahabatnya agar mempelajari serta mengajarkan kitabulloh ini kepada generasi selanjutnya.

Beliau pernah bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR Al-Bukhori)

Generasi terbaik umat ini lantas tak sedikit pun menyia-nyiakan perintah sang Nabi tercinta. Hingga akhirnya dengan izin Allah, Al-Quran telah diwariskan secara turun temurun sampai detik ini. Dan bukan hanya itu, proses pengajaran ilmu membaca Al-Quran atau yang dikenal dengan talaqqi juga terekam dalam silsilah mulia yang biasa disebut dengan istilah sanad Al-Quran. Hal ini semakin menguatkan janji Allah kepada umat ini dalam firmanNya:

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)

Disamping itu, sanad juga merupakan keistimewaan yang hanya dimiliki oleh umat Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam saja. Sehingga segala hal berkaitan dengan agama mulia ini bisa kita pastikan keabsahannya.

Muhammad bin Hatim rohimahulloh pernah menuturkan:

إنّ الله أَكْرَمَ هَذِهِ الأمة وشرّفها وفضّلها بالإسناد، وليس لأحد من الأمم كلها، قديمهم وحديثهم إسنادٌ

“Sesungguhnya Allah telah memuliakan umat ini dengan sanad yang tak dimiliki oleh umat manapun selainnya”

Abdulloh bin Al-Mubarok rohimahulloh pernah menuturkan:

الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

“Sanad merupakan bagian dari agama ini, sebab tanpa adanya sanad, maka setiap orang bebas berkata semaunya (dalam masalah agama)”

Sanad Al-Quran memiliki kedudukan istimewa disamping sanad-sanad ilmu lain, sebab muara akhir dari sanad ini adalah Sang Rabb semesta alam. Tentunya hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penuntut ilmu. Hal inilah yang nantinya mendorong para ulama untuk berlomba-lomba dalam meraih sanad Al-Quran.

Selain dikenal dengan ilmu isnad, pembahasan seputar sanad Al-Quran juga kerap dikenal dengan ilmu Thobaqot Al-Qurro. Kajian inti dari ilmu ini sendiri ialah membahas para “punggawa” ilmu Al-Quran yang nama mereka biasa kita jumpai saat tengah meneliti silsilah sanad Al-Quran.

Segudang faidah siap untuk kita petik saat menelaah cabang ilmu satu ini, satu diantaranya pernah dituturkan langsung oleh seorang ulama Al-Quran yang fenomenal bernama Ibnul Jazari rohimahulloh:

وإذا كان صحة السند من أركان القراءة كما تقدم تعين أن يعرف حال رجال القراءات

“Oleh karena shahihnya sanad merupakan salah satu dari rukun (diterimanya sebuah) qiroat, maka merupakan sebuah keharusan untuk mengetahui keadaan setiap rowi qiroat”

Pada artikel-artikel selanjutnya, insyaAllah akan kami paparkan berbagai hal yang berhubungan dengan sanad Al-Quran, mulai dari faidah mempelajarinya, definisi sanad ‘Aly (tinggi) dan Nazil (rendah), hingga berbagai contoh seputar sanad Al-Quran yang beredar pada zaman ini.

Semoga Allah subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat. Amiin.

Referensi:
Syarof Ashab Al-Hadits, Al-Khothib Al-Baghdadi
An-Nasyr Ibnul Jazari

Leave a Reply