Membaca Al Kahfi Pada Malam Jumat, Apakah Ada Tuntunannya?


Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya, “Apa hukum membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat?”

Beliau menjawab,

جاء في قراءة سورة الكهف يوم الجمعة أحاديث لا تخلو من ضعف، لكن ذكر بعض أهل العلم أنه يشد بعضها بعضًا وتصلح للاحتجاج، وثبت عن أبي سعيد الخدري رضي اللّٰه عنه أنه كان يفعل ذلك

Mengenai membaca surat al Kahfi pada hari Jumat terdapat sejumlah hadis yang tidak bebas dari kelemahan. Namun sebagian ulama menilai bahwa hadis-hadis tersebut sebagiannya menguatkan sebagian yang lain sehingga bisa dijadikan sebagai dalil.

Terdapat riwayat shahih yang menunjukkan bahwa seorang shahabat Nabi, Abu Said Al Khudri radhiyallahu anhu melakukan hal tersebut yaitu membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat.

فالعمل بذلك حسن؛ تأسيًا بالصحابي الجليل رضي اللّٰه عنه، وعملًا بالأحاديث المشار إليها؛ لأنه يشد بعضها بعضًا، ويؤيدها عمل الصحابي المذكور.

Maka membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat adalah hal yang baik dalam rangka meneladani shahabat Abu Said al Khudri radhiyallahu ‘anhu dan sejumlah hadits di atas karena hadits-hadits tersebut sebagiannya menguatkan sebagian yang lain dan didukung oleh praktek yang dilakukan shahabat Nabi diatas.

Syeikh Abduz Aziz bin Baz melanjutkan,

أما قراءتها في ليلة الجمعة فلا أعلم له دليلًا، وبذلك يتضح أنه لا يشرع ذلك

“Sedangkan membaca surat Al Kahfi pada malam jumat aku tidak mengetahui dalil yang mendukungnya. Dengan demikian jelaslah bahwa membaca surat al Kahfi pada malam Jumat adalah hal yang tidak dituntunkan.”

Maka kesimpulannya adalah, membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat dituntunkan karena dua alasan,
1. Hadis marfu’ yang statusnya hasan li ghairihi.
2. Perbuatan Abu Said Al Khudri radhiyallahu ‘anhu.

Yang disebut hari Jumat disini adalah semenjak terbit fajar hari Jumat sampai tenggelam matahari pada hari tersebut

Sedangkan membaca surat al Kahfi pada malam Jumat menurut syeikh Ibnu Baz tidaklah dituntunkan oleh syariat karena tidak memiliki landasan dalil yang kuat.

Wallahu ta’ala a’lam

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas


Penulis: Muhammad Fatwa Hamidan (Mahasiswa Sarjana Fak. Syariah Universitas Islam Madinah)

Leave a Reply