Mengapa sebagian Ulama Berpendapat bahwa Wahyu yang Pertama Turun adalah Surat Al-Muddatsir?

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwasanya wahyu yang pertama kali Allah subhanahu wata’ala turunkan kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ adalah surat Al-‘Alaq, lebih tepatnya ayat pertama hingga kelima. Bahkan jika kita tanyakan kepada anak TPA atau TPQ tentunya mereka tak akan ragu untuk menjawab hal ini.

Namun tahukah anda bahwa sejatinya terdapat beberapa ulama yang justru berpendapat bahwa surat yang pertama kali turun adalah Al-Muddatsir? Meskipun pendapat ini jelas berseberangan dengan pandangan mayoritas ulama, akan tetapi bukan berarti ia muncul tanpa alasan.

Dalil yang dijadikana sebagai landasan dalam masalah ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdillah rhodiyallohu anhu saat Abu Salamah bin Abdirrohman rohimahulloh bertanya kepada beliau:

أَيُّ الْقُرْآنِ أُنْزِلَ قَبْلُ

Ayat Al-Quran apa yang turun terlebih dahulu?

Sahabat Nabi tersebut kemudian menjawab:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

Abu Salamah kembali bertanya:

أَوْ اقْرَأْ

Bukankah Iqro’ (surat Al-‘Alaq)?

Kemudian sahabt Jabir menjawab dengan sebuah kisah yang beliau dengar dari Nabi Muhammad shollallohu ‘alahi wasallam:

جَاوَرْتُ بِحِرَاءٍ شَهْرًا فَلَمَّا قَضَيْتُ جِوَارِي نَزَلْتُ فَاسْتَبْطَنْتُ بَطْنَ الْوَادِي فَنُودِيتُ فَنَظَرْتُ أَمَامِي وَخَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي فَلَمْ أَرَ أَحَدًا ثُمَّ نُودِيتُ فَنَظَرْتُ فَلَمْ أَرَ أَحَدًا ثُمَّ نُودِيتُ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا هُوَ عَلَى الْعَرْشِ فِي الْهَوَاءِ يَعْنِي جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام فَأَخَذَتْنِي رَجْفَةٌ شَدِيدَةٌ فَأَتَيْتُ خَدِيجَةَ فَقُلْتُ دَثِّرُونِي فَدَثَّرُونِي فَصَبُّوا عَلَيَّ مَاءً فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Aku menyendiri di Gua Hira’ selama sebulan, setelah menyelesaikan aktifitas tersebut, maka aku turun, menuruni dasar lembah, lalu aku dipanggil. Maka aku pun melihat ke depanku dan ke belakangku, ke kanan dan ke kiri, tetapi aku tidak melihat seorang pun, kemudian aku dipanggil lagi, lalu aku melihat, namun tidak ada seorang pun, kemudian aku dipanggil, maka aku mendongakkan kepalaku, ternyata dia di atas Arsy di udara, yaitu Jibril. Kemudian aku pun menjadi gemetaran. Lalu aku mendatangi Khadijah dan kukatakan, “Selimutilah aku” maka ia menyelimutiku dan menuangkan air kepadaku, lalu Allah menurunkan ayat: ‘(Wahai orang yang berselimut! Bangunlah serta berilah peringatan, dan Rabbmu maka agungkanlah, dan bajumu maka sucikanlah) ‘

(HR Muslim)

Hadits diatas dipahami oleh sebagian ulama bahwa wahyu yang pertama kali turun adalah surat Al-Muddatsir. Sebab memang tidak terdapat penyebutan surat Al-‘Alaq di dalamnya.

Namun para ulama kemudian menanggapi pendapat ini dengan memberikan beberapa kemungkinan:

Pertama: Pertanyaan yang disampaikan oleh Abu Salamah rohimahulloh kepada Jabir rhodiyallohu ‘anhu adalah tentang surat yang pertama kali turun secara sempurna, sehingga beliau menjawab surat Al-Muddatsir. Sebab surat ini lebih dahulu sempurna sebelum surat Al-‘Alaq.

Hal ini juga dikuatkan dengan redaksi lain untuk hadits yang sama, bahwasanya Jabir menyebutkan bahwa Rasululloh ﷺ menggunakan kalimat: “Malaikat yang sebelumnya mendatangiku di Gua” (HR Bukhori Muslim). Sehingga bisa diasumsikan bahwa Jabir sendiri mengetahui bahwa Malaikat Jibril telah mendatangi Rasululloh ﷺ saat beliau di Gua Hiro dengan membawakan wahyu.

Kedua: Maksud dari Jawaban sahabat Jabir adalah surat yang pertama kali turun setelah momen terputusnya wahyu dari Nabi Muhammad ﷺ. Untuk peristiwa ini sudah pernah kami bahas pada artikel sebelumnya:

2 Momen Terputusnya Wahyu di Zaman Nabi Muhammad ﷺ

Ketiga: Maksud jawaban dari sahabat Jabir adalah tentang sebuah surat yang turun sebagai bentuk pengangkatan Nabi Muhammad ﷺ menjadi seorang Rasul. Sebab didalamnya terdapat perintah untuk mulai mendakwahkan islam.

قُمْ فَأَنْذِرْ

Bangunlah serta berilah peringatan

Kesimpulan

Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama), yaitu bahwa wahyu yang pertama kali turun adalah Surat Al-‘Alaq ayat pertama hingga kelima. Adapun pendapat yang menyatakan bahwa surat Al-Muddatsir turun terlebih dahulu telah disanggah oleh para ulama dengan beberapa kemungkinan sebagaimana kami sebutkan diatas.

Semoga Allah subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat. Amiin.
Wallahu a’lam.

Referensi:
Al-Iton, As-Suyuthi
Mabahits fi ‘Ulum Al-Quran, Manna’ Al-Qothon

2 thoughts on “Mengapa sebagian Ulama Berpendapat bahwa Wahyu yang Pertama Turun adalah Surat Al-Muddatsir?

  1. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
    Afwan ustadz, sepertinya di paragraf pertama ada kesalahan dlm pengetikan nama surah 🙏

Leave a Reply