Mengenal Apa itu Gharar

Pengertian Gharar

Dalam bahasa Arab, makna al-gharar adalah, al-khathr (pertaruhan), Sedangkan menurut istilah gharar adalah yang tidak jelas hasilnya (majhul al-‘aqibah. Sedangkan sebagian ulama lain mengatakan bahwa gharar adalah pertaruhan dan ketidak jelasan.

Dalil Haramnya Gharar

Telah terdapat dalil dari sunnah akan haramnya gharar, yaitu hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

نَهَى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ، وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang jual beli al-hashah dan jual beli gharar” (HR. Muslim no 1513)

Namun walau gharar ini diharamkan oleh syariat, ada beberapa gharar yang diperbolehkan.

Diantara Gharar yang diperbolehkan :

1. Gharar pada akad sosial. Contoh : Anda memberikan hadiah ke orangtua pakai kado yang dibungkus, kado yang dibungkus itu gharar. napi karena akadnya sosial jadi boleh. Karena larangan gharar itu adalah gharar dalam akad jual-beli atau tukar-menukar

2. Gharar sebagai pengikut, bukan inti. Contoh : beli kambing yang sedang hamil. Kambing dalam kandungan itu adalah gharar. Tapi karena inti pembeliannya adalah ibunya, bukan kandungannya. Maka ghararnya tidak dipermasalahkan.

3. Gharar apabila ada hajat. Contoh: jual beli telur, semangka ini adalah komoditas gharar. Karena ketika kita beli, kita tidak tahu apakah isi dalamnya busuk atau baik. Tapi karena hajat manusia kepada komoditas ini banyak. Maka tidak diharamkan.

4. Gharar yang sedikit. Contoh : Beli rumah tapi tidak tahu berapa kedalaman pasaknya. Atau beli mobil tapi tidak tahu rincian spare-part bagian dalamnya. Terkait gharar yang deikit ini para ulama berijma’ akan kebolehannya. Bahkan sebagian ulama Malikiyah telah menentukan kadar gharar yang terlarang.

Terkait hal ini iamam Al Qorrofi rahimahullah menerangkan bahwa gharar itu ada 3 macam:

  1. Gharar yang banyak, ini terlarang dan haram dengan ijma’ ulama.
  2. Gharar yang sedikit, boleh dan ulama telah berijma’ atasnya
  3. Gharar yang pertengahan dalam bab inilah para ulama berselisih pendapat.

Referensi: https://www.alukah.net/sharia/0/117294/

Leave a Reply