Menyembelih Induk Hewan Apakah Dihukumi Menyembelih Janinnya Juga?

Para ulama bersepakat bahwa ketika hendak menyembelih induk hewan (yang boleh dimakan) kemudian lahir dari janinnya maka anak hewan yang baru lahir tersebut haruslah disembelih dahulu agar halal dimakan.

Dan para ulama berbeda pendapat bila baru diketahu adanya janin hewan setelah disembelih, bolehkah dimakan ataukah tidak?

Dalam hal ini ada 2 pendapat:

  1. Jumhur ulama dari dari malikiyah, syafiiayh dan hanabilah berpendapat bahwa menyembelih induk hewan dihukumi menyembelih janinnya juga alias halal untuk dimakan.
  2. Imam abu Hanifah berpendapat bahwa menyembelih induk hewan tidak dihukumi menyembelih janinnya juga.

Pendapat pertama adalah pendapat yang kuat, hal iniberdasarkan hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abi Sa’ad Al Khudriyi radhiyallahu ‘anhu berkata,

سألنا رسول الله عن البقرة أو الناقة أو شاة ينحرها فنجد في بطنها جنينا أنأكله أو نلقيه؟ فقال: كلوه إنشئتم

“kami bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tentang sapi, unta atau kambing yang kami sembelih kemudian kami dapati ada janin diperutnya, apakah boleh memaknnya ataukah kami membuangnya? Maka beliah menjawab: “makanlah jika kalian mau”. (HR. Al-Hakim dan dishahihlan oleh Al-Albani)

Maka ketika kita mengikuti pendapat pertama yang kuat diatas umpama kita menyembelih seekor sapi kemudian ditemukan ada janin yang mati di dalam perutnya, maka janin tersebut boleh dan halal untuk dimakan.

Referensi: Al-Jadawil Al-Fiqhiyyah, karya syaikh Thohir bin Fakhri Ath-Thohir

Leave a Reply