“Pernah” Hafal Quran Namun tak Kunjung Lancar? Yuk Simak Metode Kaum Syinqithy

Kehilangan sesuatu yang berharga tentunya cukup menyedihkan, terlebih lagi jika yang hilang adalah hafalan Al-Quran. Rasa pilu yang dirasakan tentunya berlipat ganda. Bagaimana tidak? Hafalan yang sudah diraih dengan susah payah, letih dan lelah harus menguap lantaran lalai dalam murojaah.

Padahal Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sudah mengingatkan kita akan urgensi dari murojaah. Dimana beliau pernah bersabda:

تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

“Jagalah oleh kalian Al Qur`an ini (dengan banyak membacanya), karena demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, ia lebih cepat hilangnya daripada unta dari tambatannya”.

Lantas bagaimana jika hal tersebut sudah terlanjur terjadi? Apakah artinya semua sudah berakhir dan tak ada jalan kembali?

Jawabannya adalah tidak!!.

Masih ada kesempatan untuk kembali seperti dahulu dan bahkan lebih baik asalkan kita mau untuk berusaha. Kawan jangan pernah sekalipun berputus asa.

Dalam artikel kali ini kami akan menyajikan metode dari kaum “Syinqithy” dalam menguatkan hafalan yang dimiliki. Mereka sendiri dikenal sebagai orang-orang yang memiliki hafalan luar biasa.

Tidak!, Mereka bukanlah manusia super atau semacamnya. Mereka manusia biasa seperti kita, hanya saja dengan semangat baja yang tak ada tandingannya.

Oleh karenanya, kesuksekan dari metode yang akan kami paparkan kali ini sangat bergantung dengan keistiqomahan kita dalam menjalankannya.

Metode As-Salkah

Metode yang bernama As-Salkah ini sendiri bertujuan untuk menguatkan hafalan yang sudah dimiliki. Terdapat beberapa poin penting yang harus dilalui dengan penuh kesungguhan.

Satu: Carilah seorang guru atau partner murojaah, sebab melaksanakan kegiatan ini butuh support dari orang lain. Seringkali rencana yang sudah dibuat dengan matang akhirnya hanya tinggal kenangan lantaran tak ada yang memotivasi atau mengingatkan.

Dua: Tulislah dengan tangan 1/4 hizb (rubu’ hizb) setiap paginya tanpa melihat mushaf, dimulai dari juz yang pertama. Kemudian serahkan kepada guru/partner murojaah agar dicocokkan dengan rosm utsmani pada mushaf. Dalam mushaf sendiri tanda rubu‘ bisa kita jumpai seperti gambar dibawah ini:

Tiga: Simakkan bacaan tersebut kepada guru/partner. Setelah yakin bacaan sudah benar, ulangilah 1/4 hizb tersebut sebanyak 100 kali. Pastikan target ini sudah selesai sebelum hari berganti.

Empat: Jangan pernah merasa puas dan berhenti sebelum menyelesaikan 100 pengulangan diatas. Bahkan meskipun kita sudah merasa bahwa hafalan kita pada hizb tersebut sudah cukup lancar.

Lima: Ulangilah kegiatan tersebut setiap harinya hingga akhir Al-Quran.

Inilah gambaran singkat metode melancarkan hafalan Al-Quran yang diterapkan oleh orang-orang syinqithy. Cukup berat memang jika kita lihat secara sepintas. Namun saat kita sudah terbiasa, insyaAllah kedepannya akan semakin mudah.

Jika kita hitung berdasarkan jumlah hizb yang ada dalam Al-Quran, maka kegiatan ini akan memakan waktu sekitar 8 bulan. Waktu yang tidak singkat tentunya.

Namun setelahnya, insyaAllah kita akan sangat mudah murojaah 3 hingga 5 juz setiap harinya atau bahkan lebih, dikarenakan hafalan yang sudah sangat lancar.

Salah seorang kawan kami pernah menasihatkan: “Lebih baik capek dan letih selama beberapa bulan saat mengikuti program murojaah, daripada capek seumur hidup lantaran terus kesusahan setiap kali hendak murojaah Al-Quran”.

Satu pertanyaan: “Beranikah anda mencobanya?”

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita untuk menjadi penjaga kitabNya. Amiin.

Referensi:
Dukhul Al-Maqori’ ila Qothri Syinqith, Al-Hasan Muhammad Madik

Leave a Reply