Rahasia Dibalik Bacaan Isti’adzah

Membaca Al-Quran merupakan sebuah ibadah mulia yang Allah subhanahu wata’ala perintahkan. Sederet keutamaan juga telah dijelaskan baik di dalam Al-Quran itu sendiri maupun melalui lisan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wasallam.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” (Fathir: 29)

Dan Allah ta’ala memerintahkan agar seorang hamba yang hendak membaca Al-Quran memulainya dengan ta’awwudz terlebih dahulu. Artikel kali ini insyaAllah akan mengupas berbagai hal yang berkenaan dengan isti’adzah ini.

Lafadz Isti’adzah

Lafadz yang paling masyhur untuk isti’adzah adalah:

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Lafadz diatas diambil dari firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat An-Nahl:

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Bila kamu hendak membaca Al-Qur`ān maka mintalah kepada Allah perlindungan dari was-was setan yang terusir dari rahmat Allah. (An-Nahl: 98)

Para ulama mengkategorikan lafadz ini sebagai lafadz minimal bagi seseorang dalam membaca isti’adzah dengan sempurna. Adapun jika kurang dari itu, seperti hanya mengucapkan:

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ

Tanpa menambahkan lafadz الرَّجِيمِ, maka sejatinya ia telah dianggap membaca isti’adzah, hanya saja hal tersebut mengurangi kesempurnaan dari ta’awwudz yang ia lakukan.

Diantara lafadz lain yang juga disebutkan oleh para ulama adalah:

أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ العَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ العَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

Makna Isti’adzah

Isti’adzah mengandung makna bahwa seorang hamba memohon perlindungan kepada satu-satunya Rab yang berhak untuk disembah yaitu Allah ta’ala dari godaan setiap setan yang terkutuk lagi terjauhkan dari segala kebaikan.

Apakah Termasuk dari ayat Al-Quran?

Para ulama sepakat bahwa isti’adzah bukan termasuk bagian dari ayat Al-Quran.

Hukum Membaca Isti’adzah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum membaca isti’adzah adalah sunnah, sedangkan sebagian yang lain berpendapat wajib.

Dibaca Keras atau Pelan?

Seseorang dianjurkam membaca isti’ adzah dengan pelan pada keadaan tertentu saja, yaitu:

  • Jika ia hendak membaca Al-Quran dengan pelan, baik saat sendirian atau bersama orang lain.
  • Saat hendak membaca Al-Quran dengan suara keras akan tetapi tidak ada seorang pun alias sendirian.
  • Saat membacanya dalam sholat, baik sholat Jahriyyah (membaca surat dengan suara keras) ataupun sholat Sirriyyah.
  • Jika membaca Al-Quran secara tadarus bergantian, akan tetapi ia bukan yang memulai pertama kali membacanya.

Dalam keadaan diatas, seseorang dianjurkan untuk membaca isti’adzah dengan suara lirih, adapun selain empat keadaan tersebut maka dianjurkan untuk dibaca dengan keras.

Haruskah Mengulang Isti’adzah?

Saat seseorang membaca Al-Quran lantas terhenti karena bersin, cegukan dan semisalnya maka tidak perlu mengulang isti’adzah. Begitu juga jika ia membicarakan sesuatu yang masih ada kaitannya dengan apa yang dibaca, seperti menanyakan hukum tajwid ataupun makna dari ayat tersebut.

Akan tetapi jika ia membicarakan atau melakukan aktifitas yang tidak berhubungan dengan Al-Quran, maka ia dianjurkan untuk mengulang ta’awwudz.

Faidah Membaca Isti’adzah

  • Membaca isti’adzah merupakan bentuk permohonan seorang hamba kepada Allah ta’ala agar melindunginya dari godaan setan yang bertujuan memalingkan seorang hamba dari amalan kebaikan. Terlebih lagi saat hendak membaca Al-Quran, sebab ini merupakan salah satu ibadah terbaik.
  • Isti’adzah juga merupakan bentuk pensucian mulut kita dari berbagai perkataan buruk yang pernah diucapkan.
  • Para malaikat gemar untuk mendekat kepada orang yang hendak membaca Al-Quran. Oleh sebab itu kita diperintahkan untuk berlindung dari musuh mereka, yaitu setan.
  • Melafadzkam isti’adzah sebelum membaca Al-Quran merupakan sebuah bentuk peringatan bahwa apa yang hendak ia baca adalah kitabulloh. Tujuannya agar orang yang hadir saat itu mulai bersiap untuk mendengarkan Al-Quran dengan hikmat.
  • Setan akan sangat bersemangat untuk menggoda manusia saat hendak atau sedang melakukan suatu ibadah. Oleh sebab itu kita diperintahkan membaca isti’adzah agar dijauhkan dari bisikan-bisikan setan.

Referensi:
Kanzu Al-Ma'ani, Abu Syamah
Al-Wafi, Abdul Fattah Al-Qodhi
Tafsir Suroh Al-Fatihah, Ad-Duror As-Sunniyah

Leave a Reply