Sang Pencetus Konsep Makhorijul Huruf

Allah subhanahu wata’ala telah menurunkan Al-Quran dengan bahasa yang terbaik, yaitu bahasa arab, sebagaimana disebutkan dalam firmanNya:

إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ قُرۡءَ ٰ⁠ نًا عَرَبِیࣰّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran dengan bahasa arab agar kalian memahaminya” (Yusuf: 2)

Oleh karenanya, bagi setiap muslim yang ingin membaca Al-Quran dengan benar, maka ia diharuskan untuk mempelajari pengucapan bahasa arab dengan sebaik mungkin. Bidang ilmu tersebut nantinya kita kenal dengan sebutan ilmu tajwid.

Jika anda pernah atau sedang mendalami ilmu tajwid, tentunya akan cukup akrab dengan istilah “Makhorijul Huruf” yang merupakan langkah awal dalam memasuki lautan ilmu ini.

Konsep pembelajaran melalui pembahasan makhorijul huruf ini amat membantu dalam menguasai pelafadzan tiap huruf hijaiyyah. Terutama bagi mereka yang bukan orang arab. Sebuah warisan ulama terdahulu yang tak ternilai harganya.

Dari sinilah muncul sebuah pertanyan: “Siapakah yang pertama kali mencetuskan konsep makhorijul huruf seperti yang kita kenal saat ini”?

Sebagian orang mungkin akan menjawab: “Beliau adalah Ibnul Jazari rohimahulloh (wafat 833 H)”. Tak mengherankan memang, sebab buah karya beliau yang bernama Matan Jazariyah merupakan mandhumah yang paling masyhur di seantero dunia dalam bidang ini. Dan pembahasan awal yang beliau bawakan -setelah muqoddimah– adalah seputar makhorijul huruf.

Namun jika kita telisik lebih jauh, akan kita jumpai fakta bahwa konsep ini sudah ada sejak ratusan tahun sebelum Ibnul Jazari lahir ke dunia. Sejauh ini, kitab paling kuno yang sampai kepada kita dan membahas makhorijul huruf adalah kitab Al-‘Ain karya Kholil bin Ahmad Al-Farohidi rohimahulloh (wafat 170 H).

Dalam kitab tersebut, sang penulis memaparkan setiap huruf hijaiyyah beserta tempat keluarnya. Hanya saja, pemaparan beliau belum terlalu sistematik saat itu. Disamping menggunakan istilah Hayyiz (sebagai ganti istilah Makhorijul Huruf), beliau juga memberikan “julukan” untuk huruf-huruf yang memiliki makhroj yang sama atau berdekatan. Sebagian besar Laqob atau julukan ini nantinya tidak begitu masyhur dikalangan penuntut ilmu secara umum saat ini. Seperti laqob Lahawiyah untuk huruf Qof & Kaf, kemudian laqob Syajariyah untuk huruf Jim, Syin dan Dhod, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, muncullah sebuah karya fenomenal dalam bidang ilmu bahasa arab, sebuah masterpiece karya Sibawaih rohimahulloh (wafat 180 H) yang notabene masih merupakan murid dari Al-Kholil bin Ahmad. Di dalamnya beliau membawakan konsep baru yang cukup “segar” untuk pembahasan makhorijul huruf. Dimana beliau membagi tiap huruf sesuai dengan makhrojnya dan menjelaskannya satu persatu secara sistematik.

Konsep inilah yang nantinya bertahan hingga saat ini. Meskipun dalam perkembangannya akan kita temukan sedikit perbedaan dalam pembagian makhorijul huruf. Sebab jika kita terbiasa mendengar penjelasan bahwa makhorijul huruf berjumlah 17 buah, maka Sibawaih berpendapat bahwa makhorijul huruf hanya berjumlah 16. Sebuah perbedaan simpel yang tak bisa kita paparkan lebih jauh dalam artikel ini. Adapun pembahasan lebih mendalamnya insyaAllah akan kami bawakan dalam artikel dengan tagline: “Serial Syarah Matan Jazariya”.

Semoga Allah subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat. Amiin.

Referensi:
Asy-Syarhu Al-Kabir, Ghonim Qodduri

Leave a Reply