Siapakah yang Dianjurkan Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha?

Dintara anjuran dan sunnah di hari raya idul adha yang telah diketahui oleh mayoritas kaum muslimin adalah tidak makan sebelum shalat idul adha dilaksanakan.

Namun apakah ini adalah sunnah yang bersifat umum untuk seluruh kaum muslimin?

Mari kita simak beberapa penjelasan para ulama di bawah ini

Dalam kitab Akhshor Al Mukhtashoat Al ‘Allamah Muhammad bin Badruddin berkata,

وَتَرْكُ أَكْل قَبْلَهَا لِمُضحٍّ

“(sunnah) tidak makan sebelum shalat ied adalah bagi yang hendak berquran”

Syaikh Ahmad bin Nashir Al Qu’aimi hafidhahullah berkata, “Imam Ahamd berpendapat bahwa sunnah tidak makan sebelum shalat idul adha adalah sunnah muqoyyadah yaitu sunnah yang terikat bagi para shahibul qurab, sedangkan orang yang tidak berqurban maka baginya dua pilihan, antara makan sebelum shalat idul adha ataukah tidak.

Demikian pula bagi seseorang yang hendak berqurban di selain hari idul adha (hari-hari tasyrik) maka tidak disunnahkan baginya untuk tidak makan sebelum shalat idul adha.” (Al Hawasyi As Sabighat, 160 )

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

قال أحمد: والأضحى لا يأكل فيه حتى يرجع إذا كان له ذبح، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أكل من ذبيحته، وإذا لم يكن له ذبح لم يبال أن يأكل

“Imam Ahmad berkata: “Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat ‘ied.” (Al Mughni, 2: 228)

Referensi:
Al Hawasyi As Sabighat
Akhshar Al Mukhtasharat
Al Mughni

Leave a Reply