Sumur Bersejarah di dalam Masjid Nabawi

Kota Madinah selalu memiliki tempat tersendiri di hati tiap muslim. Keinginan untuk bisa berkunjung kesana tak tertandingi dengan apapun. Sebab disanalah kita bisa melihat secara langsung saksi bisu perjuangan baginda Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam beserta para sahabatnya dalam memperjuangkan agama islam. Beliau shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

Sesungguhnya iman akan kembali ke kota Madinah sebagaimana ular kembali ke sarangnya

(HR Bukhori Muslim)

Berbagai situs bersejarah peninggalan zaman Nabi biasa menjadi tujuan utama para peziarah kota mulia ini. Mulai dari Masjid Nabawi, pemakaman Baqi’, hingga perkebunan kurma.

Namun tahukah anda bahwa terdapat sebuah situs yang mungkin jarang diketahui oleh para jamaah haji & umroh? Tempat tersebut adalah lokasi sebuah sumur bersejarah yang kini sudah masuk ke dalam bagian masjid Nabawi, sumur tersebut bernama Birr Ha’ (بئر حاء).

Sumur Bersejarah

Sumur yang juga akrab dengan sebutan Bairuha (بيرحاء) ini dahulu terletak amat dekat dengan masjid Nabawi, ebih tepatnya di sebelah selatan masjid. Pemilik sumur sekaligus perkebunannya saat itu adalah salah seorang sahabat mulia yang bernama Abu Tholhah rhodiyallohu ‘anhu.

Sejarah mencatat bahwa baginda Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam biasa menikmati air yang memancar dari sumur tersebut. Hingga suatu ketika turunlah firman Allah ta’ala pada sura Ali Imron:

لَن تَنَالُوا۟ ٱلۡبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَیۡءࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِیمࣱ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

(Ali Imron: 92)

Saat mendengar turunnya ayat tersebut, Abu Tholhah segera mendatangi Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam seraya berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } وَإِنَّ أَحَبَّ أَمْوَالِي إِلَيَّ بَيْرُحَاءَ وَإِنَّهَا صَدَقَةٌ لِلَّهِ أَرْجُو بِرَّهَا وَذُخْرَهَا عِنْدَ اللَّهِ فَضَعْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ حَيْثُ أَرَاكَ اللَّه

Wahai Rasululloh, sesungguhnya Allah ta’ala berfirman (لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ), dan harta yang paling aku cintai adalah Bairuha’, dan sesungguhnya aku akan mensedekahkannya di jalan Allah seraya mengharap kebaikan dan simpanan pahala dariNya. Oleh sebab itu berikanlah kebun tersebut kepada siapapun sesuai dengan petunjuk Allah kepadamu.

Mendengar ungkapan dari sahabat beliau, Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:

بَخٍ ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ

Sungguh ini adalah harta yang menguntungkan, ini adalah harta yang menguntungkan

Kemudian beliau memerintahkan agar Abu Tholhah membagikan harta tersebut kepada para kerabatnya. (HR Bukhori)

Hadits diatas menggambarkan semangat sahabat Nabi dalam mengamalkan perintah Allah ta’ala secepat mungkin. Semuanya dengan harapan untuk mendapat kan pahala disisi Allah ta’ala.

Lokasi Sumur Bairuha saat Ini

Setelah melalui beberapa kali renovasi, akhirnya perluasan masjid Nabawi mencakup sumur Bairuha tersebut. Namun meskipun demikian, lokasi pasti dari sumur tersebut tetap bisa diketahui oleh para peziarah kota Nabi. Sebab pihak kerajaan memberikan tanda tertentu pada lantai yang berada diatas sumur tersebut. Tanda yang dimaksud berbentuk lingkaran yang dapat dijumpai pada arah pintu nomor 21-22, atau yang dikenal dengan pintu Malik Fahd. Perhatikan gambar dibawah ini:

Tanda lingkaran ini biasanya tak tertangkap oleh pandangan para jamaah haji dan umroh lantara tertutup kain sajadah masjid Nabawi. Namun di musim pandemi ini nampak sangat jelas karena seluruh sajadah masjid diangkat.

Semoga Allah ta’ala memudahkkan kita dan keluarga untuk bisa berkunjung ke tanah suci. Amiin.

Referensi:
Tafsir Ibnu Katsir
Abar Al-Madinah, Ahmad Al-Khoni

Leave a Reply