Syarah Matan Tajwid Tertua #2: Muqoddimah (Bait 1 – 4)

Alhamdulillah washolatu wassalam ‘ala rosulillah, Amma ba’du.

Pada artikel kali ini, insyaAllah kita akan mulai mengulas lebih dalam seputar matan tajwid tertua yang bernama Mandhumah Al-Khoqoniyah. Cukup banyak faidah yang insyaAllah akan bisa kita raih.

Baca juga: Syarah Kitab Tajwid Paling Tua: Qoshidah Al-Khoqoniyah (Bag.1)

أَقولُ مَقالاً مُعجِباً لأُولي الحِجرِ

Pada bait diatas merupakan awal muqoddimah yang disusun oleh sang pengarang. Dimana di dalamanya beliau menuturkan bahwa apa yang akan beliau sampaikan insyaAllah akan bermanfaat bagi orang yang berakal (أولى الحجر).

Penggunaan lafadz (أولى الحجر) pada bait ini sejatinya serupa dengan apa yang Allah ta’ala sebutkan di dalam Al-Qur’an pada ayat:

هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ

Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal“. (Al-Fajr: 5)

Kemudian pada penggalan kedua dari bait pertama beliau melanjutkan:

ولا فَخرَ إن الفخرَ يَدعو إلى الكِبرِ

Beliau menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya menjauhi sifat bangga diri, sebab sifat tersebut akan melahirkan kesombongan. Dan sudah menjadi hal yang mafhum bahwa al-kibr (sombong) merupakan penyakit berbahaya yang bahkan mendorong iblis la’natulloh diusir dari surga.

Kemudian beliau melanjutkan pada bait kedua:

أُعَلِّمُ في القولِ التِلاوةَ عائِذاً
بمولايَ من شَرِّ المُباهاةِ والفَخرِ

Sang penulis menjelaskan bahwa dalam mandhumah ini beliau akan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan tata cara membaca Al-Qur’an. Disamping itu beliau juga memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala agar dijauhkan dari sifat bangga diri dan merasa hebat.

وأَسأَلُه عَوني على ما نَوَيتُه
وحِفظِيَ في ديني إِلى مُنتَهى عُمري

Beliau juga berdoa kepada Dzat yang Maha Kuasa agar memberikan pertolongan terhadap apa yang beliau niatkan, serta menjaga beliau untuk tetap berada dalam agama islam sampai akhir hayat. Hal ini juga senada dengan firman Allah ta’ala:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imron: 102)

وأَسأَلُه عَنّي التَجاوزَ في غدٍ
فمازالَ ذا عَفوٍ جميلٍ وذا غَفرِ

Pada bait yang keempat ini, sang muallif terus memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar melimpahkan ampunanNya di hari akhir nanti atas berbagai dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat. Sebab Allah subhanahu wata’ala adalah Dzat yang Maha Pengampun atas kesalahan hamba-hambaNya.

Inilah muqoddimah dari matan Al-Khoqoniyah karya Imam Al-Khoqoni rohimahulloh ta’ala. Pada bait-bait selanjutnya, sang pengarang akan memberikan nasihat berharga bagi para penghafal Al-Qur’an.

Nantikan kelanjutannya di website Qoryatuna.Com

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan langkah kita dalam menuntut ilmu. Amiin.

Referensi:

Syarah Mandhumah Al-Khoqoniyah, Ad-Dani

Leave a Reply