Umpatan Anjay dan Sikap Seorang Muslim Terhadapnya

Beberapa waktu lalu sempat viral di jagad maya tentang umpatan kata “anjay” yang sejatinya bila ditelusuri itu adalah plesetan dari umpatan kata “anjing”, lantas bagaimana seorang muslim menyikapi hal ini?

Di dalam Al-Quran sejatinya Allah ta’ala telah memberikan sebuah kaidah yang agung kepada hamba-hamba-Nya untuk senantiasa menjaga lisannya serta untuk bertutur kata yang baik, Allah ta’ala berfirman,


وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (QS. Al-Baqarah: 83)

Menjaga lisan untuk senantiasa bertutu kata yang baik adalah hal yang amat penting dalam kehidupan manusia, sehingga hal tersebut senantiasa Allah ulang dalam Al-Quran dengan beberapa nash yang berbeda namun memiliki inti makna yang sama, diantaranya adalah firman Allah ta’ala,


وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا

“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isro’: 53)

وَلَا تُجَٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ

“Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.” (QS. Al-Ankabut: 46)

Sejatinya setiap muslim tidak akan pernah mencapai kualitas diri dan kualitas hidupnya sampai memperhatikan apa yang ia ucapkan dan apa yang ia sampaikan. Siapapun yang memperhatikan ucapannya sejatinya dia sedang memperhatikan bagaimana kedudukan dia di surga, siapapun yang tidak pernah memperhatikan yang ia ucapkan atau melalaikannya maka ia akan terjerumus ke dalam api neraka.

Rasulullah shalallahu‘alaihi wasallam menjamin bagi yang menjaga apa yang keluar dari mulutnya dan apa yang keluar dari kemaluannya dengan surga, beliau bersabda,


مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya (yaitu mulut) dan di antara kedua kakinya (yaitu kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari no. 6474)

Setelah kita mengetahui akan ayat-ayat dan hadis yang memerintahkan kita untuk senantiasa menjaga lisan kita kita, serta bila kita telah telah tahu bahwa kata anjay sejatinya dalah plesetan dari umpatan maka seyognya seorang muslim menjauhi kata tersebut dan jangan biarkan lisannya bermudah-mudah dalam mengucapkan kata tersebut.

Faidah:

  1. Siapa saja yang senantiasa bertutur kaya yang baik, maka ia akan dicintai banyak orang.
  2. Bertutur kata yang baik itu meliputi bertanya, menjawab ngobrol dan menulis.
  3. Barangsiapa yang merenungi untuk senantiasa bertutur kata yang baik, maka sejatinya ia telah menjaga jiwa, waktu dan harta yang ia miliki.
  4. Diantara identitas muslim yang baik adalah ia senantiasa menjaga lisannya.
  5. Seorang muslim harus menjaga lisannya agar tidak mengucapkan kata atau kalimat yang memiliki makna buruk dan tercela, bila ia tidak mengetahui makna sebuah kata atau kalimat maka hendaknya ia diam dan tidak mengucapkannya.
  6. Ketika seorang muslim bermudah-mudahan dalam mengucapkan kata-kata yang kotor maka sejatinya ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan.
  7. Manusia adalah makluk sosial yang selalu butuh untuk berinteraksi dengan orang lain, dan bentuk interaksi terbaik terhadap orang lain adalah dengan menjaga lisan dan ucapan kita.
  8. Haram hukumnya mencaci saudara seislam, karena hal tersebut adalah sebuah kefasikan.

Referensi:

Qowaid Quraniyyah, karya Umar Abdullah Al-Muqbil, cetakan Markaz Tadabbur Riyadh KSA.

Leave a Reply