Wahai Dai, Amalkanlah Ilmumu

Mengamalkan ilmu adalah salah satu kunci terbaik bagi seorang dai dalam dakwahnya, dengan mengamalkan ilmu yang dimiliki sejatinya ia telah melakukan tujuan dari belajar dan menuntut ilmu itu sendiri, disamping itu orang lain yang melihatnya dapat lebih mudah menerima dan mencontoh apabila kita telak mempraktekkan ilmu yang dimiliki.

Dan demikian sebaliknya, orang yang tidak mengamalkan ilmunya, maka ia akan dijauhi oleh manusia, karena tabiat manusia adalah mengambil teladan dari mereka yang selaras antara ilmu dan amal.

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata: “Jiwa-jiwa itu diciptakan dengan memiliki fitrah (tabiat dasar) enggan mau mengambil manfaat dari ucapan orang yang tidak mengamalkan ilmunya dan terlebih dia sendiri tidak mendapatkan manfaat dari ilmunya tersebut”. (Madarijus Salikin 1/333).

Orang yang tidak mengamalkan ilmunya, ia seperti apa yang Allah Ta’ala firmankan:

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ *   كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ

 “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS. Ash-Shaff: 2-3).

Di antara ancaman bagi mereka yang enggan mengamalkan ilmunya adalah sebuah hadits Rasulullah shallallahu “alaihi wasallam juga bersabda:

 يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ يَافُلَانُ مَالَكَ أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ فَيَقُوْلُ بَلَى قَدْ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَلاَ آتِيْهِ وَأَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ

“Seorang laki-laki didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan ke dalam neraka, sehingga isi perutnya terurai, lalu ia berputar-putar seperti keledai berputar-putar mengitari alat giling (tepung). Para penghuni neraka mengerumuninya seraya bertanya, Wahai Fulan!, Ada apa denganmu? Bukankah engkau dahulu menyuruh orang melakukan perbuatan ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar? Ia menjawab: Benar, aku dahulu biasa menyuruh orang melakukan perbuatan maruf tapi aku tidak melakukannya. Aku mencegah kemunkaran, tetapi justru aku melakukannya”. (HR. Bukhari no. 3267).

Orang yang enggan mengamalkan ilmunya juga diibaratkan oleh Rasulullah shallallahu “alaihi wasallam seperti lilin, Beliau shallallahu “alaihi wasallam bersabda:

 مَثَلُ الْعَالِمِ الَّذِي يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ وَيَنْسَى نَفْسَهُ كَمَثَلِ السِّرَاجِ يُضِيءُ لِلنَّاسِ وَيَحْرِقُ نَفْسَهُ

“Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia namun ia melupakan dirinya sendiri, laksana sebuah lilin yang menerangi orang sambil membakar dirinya”. (Shahih Al-Jaami` no. 5831).

Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menuntul ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya.

Leave a Reply