Waktu Terbaik untuk Do’a Istikharah

Do’a istikharah adalah sebuah do’a, dan yang namanya do’a secara umum maka ia memiliki waktu-waktu mustajab untuk dipanjatkan.

Seperti di sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqomah, saat turun hujan dan di berbagai waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak do’a, karena pada waktu-waktu tersebut lebih berkemungkinan untuk do’a diijabahi oleh Allah Ta’ala.

Do’a istikharah ini dianjurkan oleh baginda Nabi shalallahu ‘alahi wasallam untuk dipanjatkan setelah mengerkajan dua rakaat shalat sunnah, hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ

Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu

Baca juga: Antara Musyawarah dan Istikharah, manakah yang Didahulukan?

Setelah mengerjakan shalat sunnah dua rakaat maka diteruskan dengan do’a istikharah, do’anya adalah sebagaimana dibawah ini,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya

Adapun waktu mustajab di akhir hari jumat, maka pada waktu tersebut tidak dibolehkan untuk mengerjakan shalat istikharah, karena waktu bada ‘Ashar sampai menjelang maghrib adalah waktu terlarang untuk mengerjakan shalat.

Namun di waktu tersebut seseorang tetap boleh berdo’a istikharah (tanpa di dahului shalat dua rakaat). Para ulama menjelaskan bahwa orang yang duduk di masjid demi menunggu shalat maka ia mendapatkan pahala shalat, maka walau di akhir hari jumat dimana waktu tersebut dilarang untuk shalat apabila seseorang duduk dengan niat menunggu shalat maghrib maka kondisi menunggu tersebut sudah dihukumi mengerjakan shalat dan cukup ia menunggu shalat dengan membaca do’a istikharah.

Referensi: https://shkhudheir.com/fatawa/338660115

Leave a Reply