Wanita Penghafal Quran #1: Ummu Waroqoh Al-Anshoriyah

@via unsplash

Siapa yang tak kenal dengan Imam Hafs, Imam ‘Ashim serta beberapa ulama ahli Al-Quran yang namanya sudah sering berlalu lalang di berbaga artikel maupun dauroh-dauroh Quran yang ada.

Kebanyakan dari kita mungkin hanya mengenal para ulama yang semuanya adalah laki-laki, padahal menghafal Al-Quran bukanlah suatu amalan yang hanya bisa dilakukan oleh jenis kelamin tertentu. Akan tetapi setiap muslim dan muslimah memiliki peluang yang sama untuk meraih predikat sebagai “Penghafal Al-Quran”.

Artikel bersambung dengan tajuk “Wanita Penghafal Al-Quran” ini insyaAllah akan membehas biografi para penghafal Al-Quran dari kalangan perempuan yang mungkin belum banyak diketahui oleh kaum muslimin.

Ummu Waroqoh Al-Anshoriyah

Beliau rhodiyallohu ‘anha merupakan seorang sohabiyah yang memiliki semangat serta kecintaan besar kepada agama islam ini. Bagaimana tidak, saat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya hendak berangkat ke medan perang Badar, wanita muslimah ini pernah datang kepadanya dengan hati yang mantap seraya memohon:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فِي الْغَزْوِ مَعَكَ أُمَرِّضُ مَرْضَاكُمْ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي شَهَادَةً

“Wahair Rasululloh, izinkan aku untuk ikut serta berperang di jalan Allah bersamamu untuk merawat prajurit-prajurit yang terluka. Semoga Allah ta’ala mengaruniakan kepadaku mati syahid”

Mendengar permintaan tersebut, Rasululloh ﷺ kemudian bersabda:

قَرِّي فِي بَيْتِكِ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَرْزُقُكِ الشَّهَادَةَ

“Tinggallah di rumahmu, sesungguhnya Allah ta’ala akan menganugerahkan kepadamu mati syahid” (HR Abu Daud)

Mendengar jawaban tersebut, wanita anshor ini segera mematuhi perintah sang Nabi tanpa keraguan sedikitpun.

Semenjak peristiwa tersebut, Ummu Waroqoh rhodiyallohu ‘anha kemudian dikenal dengan julukan “Asy-Syahidah” (wanita yang mati syahid), hal ini merujuk kepada jawaban Nabi Muhammad ﷺ diatas. Bahkan tiap kali Nabi hendak berkunjung ke rumah Ummu Waroqoh dengan para sahabatnya, beliau kerap bersabda:

انطلقوا بنا نزور الشهيدة

“Mari ikut bersama kami untuk mengunjungi wanita yang akan mati syahid”

Sepanjang hidupnya, beliau merupakan sosok wanita yang penuh dengan kecintaan kepada kitabulloh, mulai dari menghafalkannya, mentadaburinya hingga mengamalkan isi kandungannya. Disamping itu beliau juga dikenal sebagai perempuan yang gemar melaksanakan sholat tahajud. Berbagai amalan mulia tersebut senantiasa diamalkan sembari menunggu kabar gembira yang pernah disampaikan oleh baginda Nabi Muhammad ﷺ, yaitu wafat sebagai seorang syahidah.

Dalam kehidupan sehari-hari, beliau ditemani oleh 2 orang budak, satu laki-laki dan satu perempuan. Keduanya telah beliau janjikan dengan kebebasan saat beliau wafat nanti. Namun ternyata mereka berdua tak sanggup menahan kesabaran. Hingga akhirnya pada suatu malam, keduanya justru membunuh shohabiyah ini dengan cara membekapnya dengan kain hingga kehabisan nafas. Kejadian ini berlangsung di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khotthob Rhodiyallohu ‘anhu.

Begitulah kisah wafatnya Ummu Waroqoh rhodiyallohu ‘anha sebagaimana dijanjikan oleh Nabi Muhammad ﷺ bahwa beliau akan menjadi seorang syahidah.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita untuk menjadi penjaga kitabNya. Amiin.

Referensi:

Al-Bidayah, Ibnu Katsir

Asad Al-Ghobah, Ibnu Al-Atsir

Syarah Sunan Abi Daud, Ibnu Ruslan

Leave a Reply